Kamis, 05 Juni 2014

Ringkasan Novel Edensor



Sebuah kisah yang menempatkan mimpi sebagai semangat hidup. Mimpi yang bersayap dari satu mimpi ke mimpi yang lain yang menerbangkan semua mimpi sehingga hidup pun dengan mimpi yang dipijakan ke bumi. Inti mimpi yang indah yang dibalut dengan kerja keras yang tak pernah henti. Novel ini akan bermula dari hal yang terkesan tatkala dua tokoh utama, Ikal dan Arai bertemu dengan Weh yang menurutnya lelaki ajaib yang hidupnya hanya di laut dan menguasai segala rasi bintang sebagai petunjuk dan penentu arah perjalanan “maritim”nya. Weh merupakan lelaki yang sedikit misterius dan harus menanggung aib dalam seluruh fase hidupnya karena ia menderita burut sebagai implikasi dari ulah nenek moyangnya yang melangggar aturan/larangan agama.
Dari Weh-lah, Ikal belajar mengenai hakikat kehidupan seorang manusia yang hidup tak wajar dan diluar kebiasaan. Dari Weh, ia belajar mengenai membaca tanda-tanda alam (dan kearifannya) sehingga alam sampai kapanpun mau bersahabat dengan manusia. Dari Weh, berbagai rasi dan zodiak bintang dipelajari yang sangat bermanfaat dalam menentukan arah dan memprediksi datangnya ombak atau badai di lautan lepas. Sebuah pelajaran yang sangat berharga, yang sama sekali tak mungkin akan didapat dari pelajaran formal di sekolah.

Akhirnya, Zenit dan Nadir merupakan pesan terakhir Weh sebelum ajal menjemputnya. Pesan yang tak mungkin hilang dan lekang oleh terjangan zaman sampai kapanpun, sekalipun Weh kini jasadnya sudah tak bisa dipisahkan dari tanah.

Menjemput mimpi adalah satu perjuangan. mimpi yang diidam-idamkan Ikal dan Arai, lewat keinginan Pak Balia untuk bersekolah di Universiteit Sorbonne, Paris, yang akhirnya membawa mereka berdua menjelajahi benua Eropa (bahkan Afrika). Sebuah tawaran beasiswa bergengsi dari Uni Eropa tak disia-siakannya sehingga berangkatlah mereka untuk mengejar mimpinya. Menjalankan segala pesan dari ruang-ruang bawah sadarnya, mereplika dan merangkai berbagai keindahan dan harapan mengenai kehidupan penuh perjuangan yang mesti ditebus dengan bulir airmata, dan peluh keringat sampai nadir.

Universitas Sorbonne melambaikan tangannya kepada mereka breharap minta segera disingahi. Dan mimpi itu menjadi kenyataan, kawan. Ikal dan Arai bisa menempuh strata master di benua indah, surga peradaban, dan referensi pendidikan tinggi terbaik di dunia. Universitas Sorbonne yang telah melahirkan banyak begawan-begawan ekonomi dan sastra secara tak disangka-sangka bisa mereka singgahi, dan ajaibnya hanya dengan satu jalan: mimpi.

Iya, mimpi yang menjadi kenyataan. Mimpi yang akhirnya memberikannya pengalaman tak terkira karena bisa berteman dengan jenius-jenius dari negara dan benua lain. Dalam satu kelasnya, Ikal bisa bersama teman-teman dari berbagai negara seperti Kanada, India, Jerman, Belanda, AS, dsb. Sebuah hidup yang tak mudah tentunya, karena jika tak sungguh-sungguh dalam menyikapi hidup di rantau orang maka kesengsaraan dan kegagalan akan menjadi mimpi buruk setelah pencapain mimpi indah Ikal dan Arai mampu menginjakkan kaki di benua Eropa.

Rabu, 04 Juni 2014

Resensi Novel Edensor



1.      Identitas  novel
 
Judul buku :    EDENSOR
Penulis : Andrea Hirata
Tahun terbit : mei 2007
Kota tempat terbit : yogyakarta
Penerbit : PT. Bentang Pustaka
Tebel halaman : xii, 290 halaman

2.      Tema dari novel “EDENSOR”ini  adalah keberanian mimpi, kekuatan cinta yang mengubah hidup, pencarian cinta dan diri sendiri dengan penaklukan-penaklukan yang gagah berani.

3.      Tokoh dan Penokohan
Ikal (Andrea Hirata) adalah seorang anak yang berasal dari keluarga miskin di Belitong. Setelah menyelesaikan studinya di Jakarta, ia mendapatkan beasiswa dari Uni Eropa untuk melanjutkan S2 di Universitas Sorbonne, Paris, Perancis.
Arai (Arai Ichsanul Mahidin) adalah sepupu jauh sekaligus sahabat Ikal. Ia juga mendapatkan beasiswa dari Uni Eropa untuk belajar biologi di Universitas Sorbonne, Paris.
Weh adalah seorang laki-laki pribumi cerdas yang pernah menempuh pendidikan di Mollen Bass Technisce School. Karena menanggung malu menderita burut, akhirnya ia memilih untuk mengasingkan diri menjadi nelayan dan hidup di perahu. Weh adalah guru untuk Ikal, memberi pelajaran besar untuk mengenal dirinya sendiri.
Mak Birah adalah dukun beranak yang membantu kelahiran Ikal.
Dr. Michaela Woodward adalah seorang Keynesian sekaligus pejabat Uni Eropa yang menjadi penentu akhir beasiswa.
Famke Somers adalah penerima besiswa Uni Eropa di Amsterdam School of The Arts yang mendalami street performance. Ia juga merupakan seorang model. Ia ditugaskan untuk menjemput Ikal dan Arai pada saat mereka datang pertama kali ke Eropa.
Simon Van Der Wall adalah induk semang atau pemilik kost tempat Arai dan Ikal singgah sementara di Brussel. Laki-laki ini bersifat dingin dan birokratis.
Pak Toha adalah laki-laki tua dari Purbalingga yang karena peristiwa 1965 menetap di Rumania dan belum pernah kembali ke Indonesia. Pak Toha bertemu dengan Arai dan Ikal dengan tidak terduga saat mereka menjelajahi Eropa.
Naomi Stansfield adalah seorang mahasiswi dari London, Inggris yang selalu mengikuti mode. Ia selalu berselisih dengan Virginia Townsend.
Virginia Sue Townsend adalah mahasiswi dari Vermont, Amerika Serikat. Ia merupakan pesaing utama Naomi Stansfield.
Katya Kristanaema adalah seorang mahasiswi di kelas Ikal yang berasal dari Jerman. Ia menyukai Ikal dan kemudian sempat menjadi kekasih Ikal.
The Pathetic Four adalah kelompok mahasiswa di kelas Ikal yang merupakan penerima beasiswa dari Uni Eropa ataupun Bank Dunia. Mereka berjuang keras untuk bisa mendapatkan nilai cukup sehingga tidak perlu mengulang.
Mereka terdiri dari:
·         Monahar Vikram Raj Chauduri Manooj (MVRC Manooj) adalah seorang juru tulis di kantor sensus Punjab, India;
·         Pablo Arian Gonzales adalah seorang guru matematika dan pelatih sepak bola dari Guadalajara, Meksiko. Ia memperoleh beasiswa dari Bank Dunia dalam rangka memberantas kemiskinan di Meksiko;
·         Ninochka Stronovsky adalah seorang pemain catur andal dari Georgia. Ia mendapatkan beasiswa karena keandalannya dalam bermain catur.
·         dan Ikal sendiri.


4.      Latar
                         Tempat
       Novel Edensor ini mengawali ceritanya di sebuah pedalaman atau daerah yang sangat terpencil, sehingga kemungkinan besar jauh dari keramaian kota. Setting tempat yang diambil dalam cerita ini diantaranya yaitu sebuah desa yang sangat terpelosok disanalah tempat dimana ikal dilahirkan hingga ia lulus SMA, benua Eropa dan sebagian Afrika yakni tempat dimana Ikal dan Arai memulai perjalanan hidup untuk menggapai impian mereka.
      
                          Waktu
Waktu yang dipergunakan dalam cerita ini sebenarnya sangat panjang, bahkan berhari-hari, berminggu-minggu, siang hari dan sampai larut malam. Dalam novel ini juga banyak waktu-waktu yang dianggap penting atau moment yang tidak akan dilupakan.

                    Suasana
Berbagai suasana menyelimuti para tokoh dalam novel ini, yang paling utama yaitu tokoh Ikal dan Arai. Suasana memalukan, kedinginan, pucat, hangat, sedih, sunyi, dingin menyelimuti kedua tokoh itu pada saat mereka menginjakan kaki di perbatasan Belanda.

5.      Isi
            Arai dan Ikal, 2 orang yang tidak terpisahkan sejak kecil. Ikal yang waktu lahir di beri nama Aqil Barraq Badruddin, diharap dapat membawa damai. Namun ternyata, nama itu tidak cocok untuknya dan dia adalah anak yang terkenal nakal. Sehingga Ayahnya bermaksud mengganti namanya. Ikal-lah yang menentukan namanya. Setelah dia membuka sebuah majalah, dia menemukan nama ‘Andrea’. Ayah dan Ibunya pun akhirnya menyetujuinya.
             Tak lama setelah dia berganti nama, Ia bertempu dengan seorang gadis di masa SMP, yaitu Njoo Xian Ling atau A Ling. Andrea (Ikal) merasa dia telah jatuh cinta padanya. Sehingga setiap hal yang biasanya dianggap buruk olehnya berubah menjadi hal yang lebih indah. Namun, orangtua Ikal mengira bahwa Ikal berubah karena pergantian namanya. Padahal sebenarnya, Ikal menjadi anak baik berkat A Ling.
            Pada saat keluarga A Ling berduka, mereka pindah. Ikal sangat terpukul. Hanya ada satu kenangan dari A Ling, sebuah novel yang menggambarkan desa khayalan ‘Edensor’. Benda itu dijaganya, meski sudah lusuh. Membaca novel lusuh itu menghibur hati Ikal.
            Setelah tamat SMA, Arai dan Ikal mendapat beasiswa Uni Eropa untuk kuliah di Universite de Paris di Sorbonne, Prancis. Di perantauan, Ikal merasakan sari pati hidup. Mereka pun ingin menghabiskan liburan musim panas dengan hal yang tidak terduga. Mereka ingin berkelana. Tak disangka, banyak yang ikut bertaruh. Sehingga perjalanan diikuti oleh 4 kelompok.
            1 kelompok wanita telah menemukan pujaan hatinya, dan tidak meneruskan perjalanan dan 1 kelompok tidak sanggup melanjutkan perjalanan. Tidak disangka, demi menemukan A Ling, Arai dan Ikal telah menjelajahi Eropa, hingga ke Milan. Di sudut Milan, Ikal menemukan pemilik nama Andrea yang dibacanya di majalah. Dari hal itu, Ikal menemukan sepotong kecil mozaik hidupnya. Dia semangat mencari A Ling. Hingga tempat terakhir yang dihuni oleh orang yang bernama A Ling adalah Afrika. Mereka pun berhasil menjelajahi setengah Afrika dan menemui setiap orang yang bernama Njoo Xian Ling. Namun tidak ditemukannya A Ling pujaan hatinya.
Karena liburan musi panas berakhir, mereka terpaksa kembali ke Prancis. Setelah mereka berbagi pengalaman, semua tak percaya bahwa Arai dan Ikal berhasil menjelajahi Eropa hingga Afrika, tanpa mereka tahu, semua didasari cinta. MVRC Manooj dan Gonzales yang kalah. Mereka pun harus menjalankan sanksi yang dijanjikan.
            Setelah itu, Arai dan Ikal kembali sibuk dengan tesisnya agar cepat lulus dan kembali ke kampung halaman. Setelah beberapa waktu, kesibukan Ikal terpecah saat Arai sakit. Arai harus kembali ke Indonesia. Ikal sangat sedih karena kini dia sendiri. Dia pun terjun ke dalam tesisnya tanpa Arai di sisinya. Sayangnya, Dosen yang memegang tesisnya , Profesor Turnbull harus pensiun dan kembali ke Sheffield, Inggris dan bekerja di sana. Demi tesisnya, Ikal pindah ke Sheffield Hallam University. Pada saat Ikal datang ke rumah Profesor Turnbull. Ternyata beliau dipanggil ke kampus. Ikal harus menunggu selama 2 jam. Akhirnya, Ikal berkeliling Sheffield dan akan kembali ke rumah Turnbull selama 2 jam. Ikal menaiki Bus desa yang dipenuhi petani kumal yang hanya berdiam.
            Tanpa terasa, sudah lebih sejam Ikal berada di bus. Bus berjalan, Ikal semakin dekat dengan desa yang dipagari tumpukan batu bulat hitam, rumah penduduk berselang-seling diantara jekarak anggur. Ikal merasa kenal dengan gerbang desa berukir ayam jantan, dengan pohon willow di pekarangannya, bangku-bangku batu dah jajaran bunga daffodil. Ikal merasa masuk ke sebuah desa khayalan yang telah lama hidup dalam kalbunya. Ikal meminta sopir berhenti dan ia turun. Ingatannya mengenai daerah ini selama belasan tahun, tiba-tiba berada di depan matanya. Saat ia bertanya mengenai desa itu kepada seorang ibu yang lewat, ibu itu menjawab ‘Ini EDENSOR’.


6.      Kelebihan Novel Edensor
Novel ini sangat inspiratif. Mengajarkan kita tentang optimis, semangat dan pantang menyerah.
“Semuanya telah kami rasakan, dalam kemenangan manis yang gilang-gemilang dan kekalahan getir yang paling memalukan, tapi selangkahpun tak mundur, tak pernah. Kami jatuh, bangkit, jatuh lagi, dan bangkit lagi” halaman 280.

7.      Kekurangan Novel Edensor
      Kekurangan yang terdapat di novel ini adalah bahasa yang sulit dipahami. Seperti istilah berikut ini Gracias senor dan la niege au sahara. Dan pada kalimat “…. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: meletup tak terduga duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang dan terurai…..”

Minggu, 27 April 2014

pargraf kegiatan (TUGAS)

Ekstrakurikuler Sekolah 

        ari selaku pembina kerajinan anyaman bambu mengatakan, dengan tujuannya kepada Dinas Pendidikan diharapakan ikut terlibat dalam pembinaan kerajinan anyaman bambu. Diharapkan kerajinan anyaman bambu menjadi salah satu muatan lokal atau semacam kegiatan ekstrakurikuler sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA.“Ini harus menjadi fokus Dinas Pendidikan sebagai bentuk kepedulian terhadap hasil budaya lokal Kota Bekasi .
Selain meningkatakan kerajinan budaya lokal, juga untuk bisa mencintai produk lokal khususnya untuk warga lokal termasuk warga Kota Bekasi sendiri. Disamping tujuan ari selaku pembina kerajinan anyaman bambu tertuju pada Dinas Pendidikan untuk meningkatkan kratifitas para siswa atau siswi untuk belajar berbisnis hasil karyanya sendiri untuk masa kedepannya nanti.

Menurut ari, jika hal tersebut berhasil, bukan tidak mungkin Dinas Pendidikan Kota Bekasi bakal semakin kuat dan banyak dikenal sebagai kota pengrajin lokal yang maju dan dampak itu bakal membantu untuk memajukan Kota Bekasi dalam perencanaan pembangunan kinerja sebagai pengrajin anyaman bambu. 

karangan populer (TUGAS)

Cara Mudah Untuk Cepat Tidur

Tidur adalah proses yang penting bagi tubuh manusia. tidur yang cukup selama 7-8 jam setiap malam akan sangat bermanfaat tidak hanya untuk kesehatan, tetapi juga untuk menunjang penampilan anda sehari. Namun, tidak semua orang bisa mendapatkan tidur cukup yang mereka butuhkan, karena mereka memiliki masalah dengan tidur. Orang-orang ini merasa sangat sulit tidur, bahkan ketika mereka merasa sangat lelah mereka masih sulit untuk menutup mata mereka. Kondisi ini tentu sangat menjengkelkan bagi orang yang mengalaminya.
Nah, jika anda adalah tipe orang yang menemukan kesulitan dalam mendapatkan porsi tidur yang cukup, ada beberapa cara mudah dapat anda ikuti untuk membantu anda cepat ngantuk dan langsung tidur di malam hari, menurut Glamour.
Membuat tempat tidur nyaman
Metode ini merupakan salah satu trik yang bisa membuat anda merasa nyaman ketika tidur. Sebuah studi baru-baru ini juga menemukan bahwa orang yang membuat tempat tidur mereka nyaman setiap hari memiliki presentase 19% lebih mungkin untuk tidur nyenyak. Mengubah seprei, bantal dan membersihkan tempat tidur anda akan membuat anda merasa nyaman.
Setel suhu kamar
Seorang ahli ilmuwan dan tidur mengatakan suhu ruang yang ideal yang dapat menyebabkan kantuk adalah sekitar 65 derajat. Tubuh membutuhkan suhu yang cukup dingin untuk memicu rasa kantuk. Suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin akan membangunkan anda.
Gerakkan jari-jari kaki
Menggerakkan jari-jari kaki anda dapat merangsang rasa kantuk. Cobalah lakukan berulang kali sebelum tidur. Dengan cara sederhana ini tidak hanya membantu mengendurkan otot-otot kaki, tetapi juga membantu memberikan rasa relaksasi untuk tubuh yang akan merangsang timbulnya rasa kantuk.
Matikan ponsel anda
Mungkin ini tidak biasa, tapi ini cara sederhana dapat membantu anda tidur lebih cepat. Satu jam sebelum tidur anda harus mematikan semua perangkat elektronik di kamar anda, termasuk televisi, laptop dan ponsel. Dan satu cara yang lebih sederhana adalah dengan mematikan lampu.

Catatan :
Karangan diatas termasuk karangan  populer karena :
1. Ditulis berdasarkan fakta pribadi,
2. Fakta yang disimpulkan subyektif,
3. Gaya bahasa formal dan popular,
4. Mementingkan diri penulis,
5. Melebihkan-lebihkan sesuatu,
6. Usulan-usulan bersifat argumentatif, dan

7. Bersifat persuasif.

teori proposal(tulisan)

Latar Belakang Masalah
Latar Belakang masalah adalah informasi yang tersusun sistematis berkenaan dengan fenomena dan masalah problematik yang menarik untuk di teliti. Masalah terjadi saat harapan idela akan sesuatu hal tidak sama dengan realita yang terjadi. Tidak semua masalah adalah fenomena dan menarik. Masalah yang fenomenal adalah saat menajdi perhatian banyak orang dan di bicirakan di berbagai kalangan di masyarakat.
Latar belakang dimaksudkan untuk menjelaskan alasan mengapa masalah dalam penelitian ingin diteliti, pentingnya permasalahan dan pendekatan yang digunakan untukan untuk menyelesaikan masalah tersebut baik dari sisi teoritis dan praktis.

Latar belakang penelitian berisi :
A.  Alasana rasional dan esensial yang membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian berdasarkan fakta-fakta, data, referensi dan temuan penelitian sebelumnya.
B.  Gejala-gejala kesenjangan yang terdapat dilapangan sebagai dasar pemikiran untuk memunculkan permasalahan dan bagaimana penelitian mengisi ketimpangan yang ada berkaitan dengan topik yang diteliti.
C. Kompleksitas masalah jika masalah itu dibiarkan dan akan menimbulkan dampak yang menyulitkan, menghambat, mengganggu bahkan mengancam.
D.  Pendekatan untuk mengatasi masalah dari sisi kebijakan dan teoritis
E.  Penjelasan singkat tentang kedudukan atau posisi masalah yang diteliti dalam ruang lingkup bidang studi yang ditekuni peneliti.

Cara membuat latar belakang masalah dengan langkah sebagai berikut :
A.  Pada bagian awal latar belakang adalah gambaran umum tentang masalah yang akan di angkat. Dengan model piramid terbalik buat gambaran umum tentang masalah mulai dari hal global sampai mengerucut fokus pada masalah inti, objek serta ruang lingkup yang akan di teliti.
B.  Pada bagian tengah unkapkan fakta, fenomena, data-data dan pendapat ahli berkenaan dengan pentingnya masalah dan efek negatifnya jika tidak segera di atasi dengan di dukung juga teori dan penelitian terdahulu.
C.  Bagian akhir di isi dengan alternatif solusi yang bisa di tawarkan (teoritis dan praktis) dan akhirnya munculah judul.

PERUMUSAN DAN PEMBATASAN MASALAH
Setelah ditemukan apa yang menjadi fokus masalah, lalu diadakan perumusan masalah. Perumusan masalah merupakan pemetaan variabel-variabel yang terkait dengan fokus masalah. Tidak semua variabel hasil identifikasi dari masalah melatarbelakangi atau terkait dengan fokus masalah, maka perlu diadakan pembatasan masalah.

Dalam merumuskan masalah penelitian ada 3 aspek yang perlu diperhatikan yaitu:  

1) Substansi/isi masalah: harus berbobot dan orisinil. Berbobot artinya mempunyai nilai kegunaan walaupun tidak ada kriteria yang jelas, tetapi setidak-tidaknya dapat didekati dengan melihat kemanfaatan atau kegunaannya pada tiga hal yaitu apakah terjawabnya permasalahan, penelitian akan mempunyai nilai kegunaan teoritik, metodologi dan aplikatif. Orisinil artinya belum terjawab oleh teori maupun penelitian yang pernah dilakukan. Bila penelitian itu merupakan penelitian ‘replikasi’ dari penelitian yang sama tetapi dilakukan di tempat lain orisinilitas tetap ada karena menyangkut daerah tempat dilakukannya penelitian yang berbeda.  

2) Formulasi rumusan masalah: ada 2 hal penting yang harus diperhatikan yaitu: pertama rumusan masalah hendaknya diajukan dalam bentuk kalimat pertanyaan yang mengandung setengah jawaban, diajukan dengan jelas, tajam dan akurat menyangkut inti masalah yang dikehendaki. Kedua rumusan yang dibuat mempermasalahkan hubungan antara dua variabel atau lebih.  

3) Teknis: dalam hal ini perlu diperhatiakan kelayakan penelitian artinya apakah permasalahan yang telah dirumuskan dapat dijawab secara empirik dengan penelitian yang akan dilakukan.

Tujuan Penelitian
Bagian ini mengemukakan tujuan yang ingin dicapai melalui proses penelitian. Tujuan penelitian harus jelas dan tegas. Tujuan penelitian adalah suatu indikasi kerah mana, atau data (informasi) apa yang akan dicapai melalui penelitian itu. Tujuan penelitian dirumuskan  dalam bentuk pernyataan yang konkret dapat diamati (observable) dan dapat diukur (measurable). Misal :
A.  Memperoleh informasi (data) tentang jumlah pemeriksaan ibu-ibu hamil di kecamatan “X” selama kehamilan.
B.  Memperoleh informasi tentang hubungan antara frekuensi pemeriksaan kehamilan dengan BBLR

Tujuan penelitian dapat dibagi menjadi :
a. Tujuan umum
Tujuan umum merupakan tujuan penelitian secara keseluruhan yang ingin dicapai melalui penelitian.

b. Tujuan khusus
Tujuan khusus merupakan penjabaran atau pentahapan tujuan umum, sifatnya lebih operasional dan spesifik. Bila semua tujuan khusus tercapai, maka tujuan umum penelitian juga terpenuhi. Kata-kata operasional dalam tujuan khusus adalah : mengukur, mengidentifikasi, menganalisa, membandingkan, menilai, mengetahui, dll.

Contoh :
Tujuan umum :
Mengetahui hubungan antara kualitas fisik sarana air bersih yang digunakan dengan terjadinya diare di wilayah Kota Samarinda.

Tujuan Khusus :
A.  Mengetahui jenis sarana air bersih  yang digunakan oleh masyarakat kota Samarinda
B.  Mengetahui kondisi/kualitas fisik sarana air bersih yang digunakan oleh masyarakat Samarinda
C.  Mengetahui hubungan antara kualitas fisik sarana air bersih dengan kualitas air yang digunakan oleh masyarakat Samarinda.
D.  Mengetahui hubungan antara kualitas fisik sarana air bersih dengan kejadian diare masyarakat Samarinda

Apabila tujuan umum suatu penelitian  sudah spesifik maka tidak perlu diuraikan kedalam tujuan khusus, maka tidak perlu adanya tujuan umum dan tujuan khusus, cukup dibuat “tujuan penelitian” saja. Teknik penulisan tujuan dirumuskan dengan kalimat pasif karena tujuan merupakan pernyataan kondisi yang akan dicapai.

Manfaat Penelitian
Bagian ini berisikan uraian tentang temuan baru yang dihasilkan dan manfaat temuan penelitian tersebut bagi perkembangan ilmu pengetahuan yang dapat dimanfaatkan oleh ilmuan lain untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, tekhnologi dan seni (IPTEKS).

Contoh :
Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk memberikan masukan dalam rangka meningkatkan upaya-upaya pencegahan penyakit diare khususnya di wilayah kota Samarinda
Hasil penelitian ini dapat diharapkan dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan kesehatan masyarakat khususnya dibidang sanitasi lingkungan.

Hipotesis
Hipotesis atau hipotesa adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya. Hipotesis ilmiah mencoba mengutarakan jawaban sementara terhadap masalah yang kan diteliti. Hipotesis menjadi teruji apabila semua gejala yang timbul tidak bertentangan dengan hipotesis tersebut. Dalam upaya pembuktian hipotesis, peneliti dapat saja dengan sengaja menimbulkan atau menciptakan suatu gejala. Kesengajaan ini disebut percobaan atau eksperimen. Hipotesis yang telah teruji kebenarannya disebut teori. Ada dua bentuk hipotesis yaitu:
1.      Hipotesis Penelitian; dirumuskan secara naratif berdasarkan kerangka berpikir penelitian & landasan teori yang telah dipilih
a.            Dirumuskan dalam bentuk kalimat pernyataan
b.            Tanpa kata diduga
c.            Sudah mengarah (bagaimana bentuk perbedaan atau hubungan yang dipermasalahkan)
d.           Banyaknya sesuai dengan kerangka berpikir dan rumusan masalah
2.      Hipotesis Statistik; dirumuskan secara matematis dalam bentuk dua kalimat matematika ]
a.            H0: hipotesis nol (null hypothesis); hypothesis of no difference (tanda=)
H1: hipotesis alternatif; lawan H0   (tanda≠, > atau <)
   b.      Untuk uji perbedaan
1)      frekuensi;
         H0 : ƒ0 = ƒe
         H1 : ƒ0 ≠ƒe
2)      mean;
         H0 : µ1 = µ2
         H1 : µ1 > µ2
3)      varians;
        H0 : ơ21 = ơ22
        H1 : ơ21 ≠ ơ22
Untuk uji hubungan
1)      Sederhana
        H0 : ρxy = 0
        H1 : ρxy ≠ 0
2)      Multipel
       H0 : ρy.12 = 0
                   H1 : ρy.12 > 0
3)      Kasual
      H0 : ρij ≤ 0,05
      H1 : ρij > 0,05

Kajian Pustaka
Kajian pustaka dan kerangka teori merupakan kerangka acuhan yang disusun berdasarkan kajian berbagai aspek, baik secara teoritis maupun empiris yang menumbuhkan gagasan dan mendasari usulan penelitian tindakan kelas. Dasar-dasar usulan penelitian tindakan kelas tersebut dapat berasal dari temuan dan hasil penelitian terdahulu yang terkait dan mendukung pilihan tindakan untuk mengatasi permasalahan penelitian tindakan kelas. Ary (1983 ) mengatakan bahwa sangat penting bagi peneliti untuk mencari hasil penelitian terdahulu yang cocok dengan bidang yang diteliti sebagai dasar pendukung pilihan.
Dalam pembahasan kajian pustaka dan kerangka teori perlu diungkapkan kerangka acuhan komprehensif mengenai konsep, prinsip, atau teori yang digunakan sebagai landasan dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Uraian dalam kajian pustaka diharapkan menjadi landasan teoritik mengapa masalah yang dihadapi dalam penelitian tindakan kelas perlu dipecahkan dengan strategi yang dipilih. Kajian teoritik mengenai prosedur yang akan dipakai dalam pengembangan juga dikemukakan.
Kajian pustaka dan kerangka teori dipaparkan dengan maksud untuk memberikan gambaran tentang kaitan upaya pengembangan dengan upaya-upaya lain yang mungkin sudah pernah dilakukan para ahli untuk mendekati permasalahan yang sama atau relatif sama. Dengan demikian pengembangan yang dilakukan memiliki landasan empiris yang kuat. (UM, 2005). Fungsi dari kajian pustaka yaitu:
1.      Mengetahui sejarah masalah penelitian,
2.      Membantu memilih prosedur penyelesaiaan masalah penelitian,
3.      Memahami latar belakang teori masalah penelitian,
4.      Mengetahui manfaat penelitian sebelumnya,
5.      Menghindari terjadinya duplikasi penelitian,
6.      Memberikan pembenaran alasan pemilihan masalah penelitian.
Pembuatan kajian pustaka sebaiknya mengikuti langkah awal, sebagai berikut :
1.      Mencari informasi ke perpustakaan atau internet.
2.      Menyiapkan butir-butir yang perlu dalam mencatat informasi dari pustaka, meliputi kelengkapan sumber informasi, kriteria informasi, cara mencatat sumber informsi dari internet, dan sebagainya.
3.      Menyiapkan kartu atau buku untuk mengumpulkan informasi yang relevan.
4.      Menyiapkan sistematika pengumpulan informasi.



Metodologi Penelitian
Sumber Data
Sumber data terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh peneliti secara langsung (dari tangan pertama), sementara data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber yang sudah ada.
Contoh data primer adalah data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner, kelompok fokus, dan panel, atau juga data hasil wawancara peneliti dengan nara sumber. Contoh data sekunder misalnya catatan atau dokumentasi perusahaan berupa absensi, gaji, laporan keuangan publikasi perusahaan, laporan pemerintah, data yang diperoleh dari majalah, dan lain sebagainya.

Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian, teknik pengumpulan data merupakan faktor penting demi keberhasilan penelitian. Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara mengumpulkan data, siapa sumbernya, dan apa alat yang digunakan.
Jenis sumber data adalah mengenai dari mana data diperoleh. Apakah data diperoleh dari sumber langsung (data primer) atau data diperoleh dari sumber tidak langsung (data sekunder).
Metode Pengumpulan Data merupakan teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Metode menunjuk suatu cara sehingga dapat diperlihatkan penggunaannya melalui angket, wawancara, pengamatan, tes, dkoumentasi dan sebagainya.
Sedangkan Instrumen Pengumpul Data merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data.  Karena berupa alat, maka instrumen dapat berupa lembar cek list, kuesioner (angket terbuka / tertutup), pedoman wawancara, camera photo dan lainnya. Adapun tiga teknik pengumpulan data yang biasa digunakan adalah:
1.      Angket
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya. Meskipun terlihat mudah, teknik pengumpulan data melalui angket cukup sulit dilakukan jika respondennya cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan angket menurut Uma Sekaran (dalam Sugiyono, 2007:163) terkait dengan prinsip penulisan angket, prinsip pengukuran dan penampilan fisik.
2.      Observasi
Salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar.
3.      Wawancara
Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap nara sumber atau sumber data.
Wawancara pada penelitian sampel besar biasanya hanya dilakukan sebagai studi pendahuluan karena tidak mungkin menggunakan wawancara pada 1000 responden, sedangkan pada sampel kecil teknik wawancara dapat diterapkan sebagai teknik pengumpul data (umumnya penelitian kualitatif). Wawancara terbagi atas wawancara terstruktur dan tidak terstruktur. Wawancara terstruktur artinya peneliti telah mengetahui dengan pasti apa informasi yang ingin digali dari responden sehingga daftar pertanyaannya sudah dibuat secara sistematis. Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas, yaitu peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan yang akan diajukan secara spesifik, dan hanya memuat poin-poin penting masalah yang ingin digali dari responden.

Metode Analisis Data
Metode analisis data ini terbagi menjadi dua yaitu metode analisis kuantitatif dan metode analisis kualitatif (Silalahi, 2006:304). Analisis kuantitatif ini menggunakan data statistik dan dapat dilakukan dengan cepat, sementara analisis kualitatif ini digunakan untuk data kualitatif yang data yang digunakannya adalah berupa catatan-catatan yang biasanya cenderung banyak dan menumpuk sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat menganalisisnya secara saksama (Silalahi, 2006:305).
Metode kuantitatif ini menggunakan statistik sebagai alat analisis datanya (Silalahi, 2006:305) Statistik ini diartikan sebagai metode pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara penafsiran dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data yang telah diperoleh sebelumnya melalui observasi dan penganalisaan yang dilakukan melalui aturan-aturan dan prosedur-prosedur tertentu. Fungsi utama dari statistik adalah memanipulasikan dan meringkaskan data yang berupa angka serta membandingkan hasil yang diperoleh dengan kebetulan-kebetulan yang telah diperkirakan. Analisis data kuantitatif dan statistik ini  mampu memperlihatkan hasil-hasil pengukuran yang cermat karena perhitungannya yang matematis. Namun kemudian hal ini tidak berarti bahwa kecermatan tersebut merupakan jaminan dalam keabsahannya atau validitasnya.
Dalam statistik ini terdapat pilihan uji statistik dimana data ini dapat dipilah-pilah berdasarkan tujuan penelitiannya (Silalahi, 2006:306). Jika penelitiannya bertujuan untuk mengetahui status dan mendeskripsikan suatu fenomena berdasarkan data yang terkumpul, maka analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif sehingga tabel yang nantinya disusun hanyalah memuat satu variabel pengamatan saja. Sementara itu, jika penelitiannya bertujuan agar dapat mengetahui hubungan antara dua fenomena baik asosiasi sejajar ataupn hubungan kausal maka bentuk analisis datanya adalah analisis korelasional dan tabel yang digunakan ini akan memuat dua atau lebih variabel pengamatan yang disusun dalam satu tabel yang juga disebut sebagai tabel silang.
Kemudian, pilihan penggunaan uji statistik ini ditentukan oleh tujuan penelitian, tipe hipotesis dan tingkat data (Silalahi, 2006:307). Pertama, berdasarkan tujuan penelitiannya, pilihan metode statistik yang digunakan dapat untuk tujuan deskripsi dan inferensi. Lalu, jika berdasarkan tingkat data, yakni data bisa saja berbentuk nominal, ordinal dan interval atau rasio; atau kualitatif dan kuantitatif, disktrit atau kontinu. Ketiga adalah berdasarkan tipe hipotesis, dimana tipe hipotesis dalam penelitian sosial ini dapat dibedakan menjadi dua yaitu hipotesis perbedaan, baik hipotesis perbedaan antara sampal maupun antara variabel dan hipotesis asosiasi antara variabel. Tiap-tiap tipe hipotesis ini menggunakan uji statistik tertentu.
Analisis dalam statistik ini terbagi menjadi dua yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial (Silalahi, 2006:308). Statistik deskriptif adalah prosedur-prosedur dalam mengorganisasikan dan menyajikan informasi dalam bentuk yang dapat digunakan dan dapat lebih dimengerti. Statistik deskriptif ini digunakan ketika penelitian itu bertujuan untuk memaparkan data hasil penelitian. Dalam metode kuantitatif ini, data yang sudah tersusun dalam tabel adalah dasar dalam analisis deskriptif. Berikutnya adalah statistik inferensial yang merupakan metode analisis yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur derajat hubungan ataupun perbedaan antara dua variabel (Silalahi, 2006:309). Statistik inferensial ini digunakan ketika penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan antara variabel ataupun menguji hipotesis aosiasi (Silalahi, 2006:308). Terdapat dua pilihan dalam penggunaan statistik inferensial yaitu analisis statistik parametrik dan analisis statistik nonparametrik (Silalahi, 2006:309). Statistik parametrik ini digunakan apabila sampel ditarik secara acak dan data tersebar secara normal dan data hasil pengukurannya adalah interval, sementara statistik nonparametrik digunakan ketika sebaran datanya bersifat normal meskipun sampelnya ditarik secara acak dan data original nya diperoleh melalui pengukuran nominal ataupun ordinal demi mendapatkan kesimpulan yang sah (Silalahi, 2006:310).
Selain metode analisis kuantitatif, terdapat pula metode analisis kualitatif. Analisis data kualitatif ini dilakukan apabila data empiris yang digunakan adalah data kualitatif yang berupa kata-kata dan tidak dapat dikategorisasikan (Silalahi, 2006:311). Menurut Miles dan Huberman dalam Silalahi (2006:311), kegiatan analisis kualitatif ini terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau klarifikasi. Dalam reduksi data ini terdapat proses pemilihan, penyederhanaan, pengabstraksian dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis yang ada di lapangan. Reduksi data ini merupakan suatu bentuk analisis yang digunakan dalam rangka untuk menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu serta mengorganisasikan data sehingga nantinya kesimpulan dapat ditarik secara tepat dan diverifikasi (Silalahi, 2006:312).
Selanjutnya dalam analisis data kualitatif adalah penyajian data dimana ini berarti sebagai sekumpulan informasi yang tersusun yang memberi kemungkinan akan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan tertentu (Silalahi, 2006:312). Penyajian data kualitatif ini dapat dilakukan dalam berbagai jenis matriks, grafik, jaringan dan bagan, sehingga kemudian penganalisis dapat melihat apa yang sedang terjadi dan kemudian dapat menentukan apakah menarik kesimpulan sudah benar ataukah harus terus melakukan analisis demi mendapatkan kesimpulan yang valid (Silalahi, 2006:313). Alur kegiatan yang ketiga dalam analisis data kualitatif adalah menarik kesimpulan atau verifikasi. Menarik suatu kesimpulan ini dilakukan oleh peneliti melalui data-data yang terkumpul dan kemudian kesimpulan tersebut akan diverifikasi atau diuji kebenarannya dan validitasnya (Silalahi, 2006:313).

Selain metode-metode yang telah diutarakan diatas, menurut Blaxter, Hughes & Tight, terdapat lima teknik mengelola data (2001:308-309). Pertama adalah pemberian kode dimana proses memberikan kode pada data ini dapat bermanfaat dalam menyederhanakan dan menstandarkan data. Kedua adalah pemberian anotasi yang berarti pengubahan bahan-bahan tertulis dengan menambahkan catatan atau komentar, ketiga adalah pemberian label yang biasanya dilakukan pada pernyataan dengan kata-kata yang signifikan. Keempat adalah seleksi yang merupakan proses memilih item-item yang menarik yang dapat mewakili argumentasi peneliti. Terakhir adalah rangkuman yang merupakan ringkasan dari keseluruhan data

Sumber:
http://ucanseeme-dhelya.blogspot.com/2013/06/proposal.html
http://noorfuadi.blogspot.com/2011/12/cara-membuat-tujuan-manfaat-penelitian.html


;;

By :
Free Blog Templates